Semua yang Perlu Kamu Tahu tentang Parasite Film Korea - KPOPULER.COM

Wednesday, April 1, 2020

Semua yang Perlu Kamu Tahu tentang Parasite Film Korea




Kpopuler.com - Parasite (Hangul: 기생충; RR: Gisaengchung) merupakan film cerita seru komedi hitam Korea Selatan yang disutradarai, diproduseri, dan ditulis Bong Joon-ho bersama Kwak Sin-ae dan Jang Young-hwan yang memproduseri film ini serta Han Jin-won yang juga menulis naskah untuk film ini. Film ini dibintangi Song Kang-ho, Lee Sun-kyun, Cho Yeo-jeong, Choi Woo-shik, dan Park So-dam.

Film ini ditayangkan perdana di Festival Film Cannes ke-72 pada 21 Mei 2019, yang menjadi film Korea Selatan pertama yang memenangi Palme d'Or dan film pertama yang menang dengan suara bulat setelah Blue Is the Warmest Colour pada tahun 2013. Film ini kemudian dirilis di Korea Selatan oleh CJ Entertainment pada 30 Mei 2019. Film ini meraih kritikan positif yang luar biasa, dan sering kali digadang-gadang sebagai salah satu film asal Korea Selatan terbaik sepanjang masa, serta salah satu film terbaik di dekade 2010-an. Dengan penghasilan kotor lebih dari 160 juta dolar AS di seluruh dunia, film ini juga merupakan salah satu film paling sukses secara komersial di Korea Selatan.

Di antara lebih dari 180 penghargaan yang diterima, Parasite telah memenangkan empat penghargaan dalam 92nd Academy Awards, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Film Internasional Terbaik. Film ini merupakan film pertama asal Korea Selatan yang mendapat nominasi Academy Award, begitu pula film berbahasa non-Inggris pertama yang memenangkan Film Terbaik.[note 1] Dalam Golden Globe Awards ke-77, film ini meraih Film Berbahasa Asing Terbaik. Film ini juga mendapatkan empat nominasi dalam British Academy Film Awards ke-73, dengan memenangkan Film Tidak dalam Bahasa Inggris Terbaik dan Skenario Asli Terbaik. Film ini juga menjadi film berbahasa non-Inggris pertama yang memenangkan Screen Actors Guild Award untuk kategori Pemeran dengan Penampilan Luar Biasa dalam Film.

1. Alur Cerita
Keluarga Kim, terdiri dari sang ayah Kim Ki-taek (Song Kang-ho), istrinya Park Chung-suk (Jang Hye-jin), putranya Kim Ki-woo (Choi Woo-shik), dan putrinya Kim Ki-jeong (Park So-Dam) tinggal di sebuah banjiha, apartemen semi-bawah tanah yang kecil dan kumuh. Pekerjaan harian mereka adalah melipat kotak piza, dengan penghasilan yang sangat kecil dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suatu hari, teman Ki-woo, Min-hyuk (Park Seo-joon) mengunjungi keluarga Kim dan memberikan "batu keberuntungan" (). Min-hyuk berencana menuntut ilmu ke luar negeri, sehingga menyarankan Ki-woo mengambil alih pekerjaannya sebagai guru les privat bahasa Inggris untuk Park Da-hye (Jung Ji-so), anak perempuan keluarga kaya Park Dong-ik (Lee Sun-kyun) dan istrinya Choi Yeon-gyo (Jo Yeo-jeong) sekaligus kakak dari Park Da-song (Jung Hyun-joon). Ki-woo bersedia menerima tawaran kawannya.

Perlahan-lahan, keluarga Kim berusaha agar satu per satu anggota keluarga mereka dapat bekerja di keluarga Park, dengan saling merekomendasikan satu sama lain dan berbohong sebagai penyedia jasa profesional yang saling tidak kenal. Ki-woo menjadi guru les dan diam-diam memulai hubungan romantis dengan Da-hye. Ketika Yeon-gyo berniat mencarikan guru dan terapis seni untuk Da-song, Ki-woo memanfaatkan kesempatan ini dengan menyarankan seorang "profesional" bernama Jessica yang berasal dari Chicago, Illinois, Amerika Serikat, yang ternyata justru Ki-jeong saudarinya sendiri. Ki-jeong kemudian memfitnah supir keluarga Park dengan meletakkan celana dalamnya di dalam mobil milik keluarga Park. Dong-ik mengusir supir itu dan menggantinya dengan seorang mantan supir valet yang ternyata Ki-taek. Dan untuk terakhir kalinya, Ki-taek berkomplot dengan kedua anaknya untuk menarik sang ibu, Chung-suk menjadi asisten rumah tangga, dengan mencoba menakut-nakuti bahwa pembantu mereka saat ini, Mun-gwang (Lee Jung-eun), mengidap tuberkulosis dengan memanfaatkan alergi persik yang dideritanya.

Suatu hari, keluarga Park berkemah selama sehari-semalam sebagai hadiah atas ulang tahun Da-song. Keluarga Kim berpesta pora, menikmati fasilitas mewah dan mabuk-mabukan di rumah itu. Pada malam hari saat hujan deras turun, Mun-gwang tiba-tiba meminta izin masuk ke rumah karena ingin mengambil sesuatu di ruang bawah tanah. Saat seluruh keluarga bersembunyi, Chung-suk mengizinkan Mun-gwang masuk. Tanpa diduga siapapun, Mun-gwang menunjukkan sebuah bungker, tempat suaminya Geun-se (Park Myung-hoon) bersembunyi selama empat tahun untuk menghindari jeratan rentenir. Ketika Chung-suk mengancam akan memanggil polisi, kebohongan keluarga Kim secara tidak sengaja terbongkar. Tanpa pikir panjang, Mun-gwang memanfaatkan kesempatan itu dengan merekam mereka dan mengancam untuk mengirim rekaman itu kepada Keluarga Park. Mun-gwang dan Geun-se "menyandera" mereka. Namun saat Mun-gwang dan Geun-se lengah, keluarga Kim berusaha merebut ponsel Mun-gwang dan saling berkelahi di ruang keluarga. Keluarga Kim akhirnya berhasil merebut ponsel itu.

Karena hujan sangat deras, Keluarga Park tiba-tiba membatalkan liburan mereka dan menelepon Chung-suk. Keluarga Kim menyekap Mun-gwang dan Geun-se di bungker, serta membersihkan ruang keluarga dan kemudian bersembunyi, sementara Chung-suk terbirit-birik memasak ramyeon sebagaimana permintaan Yeon-gyo. Ketika Mun-gwang berhasil melarikan diri menuju ruang keluarga, Chung-suk menendangnya kembali sehingga Mun-gwang terpental ke bawah. Kepala Mun-gwang membentur dinding dan mengalami gegar otak. Saat Chung-suk menyajikan hidangannya, Yeon-gyo mengungkapkan pengalaman traumatik Da-song yang pernah ia alami beberapa tahun lalu saat ia melihat sosok yang dikira hantu, yang sebenarnya adalah Geun-se yang keluar dari bungker. Saat keluarga Kim yang tersisa bersembunyi di bawah meja, Dong-ik mengeluhkan soal bau badan Ki-taek kepada istrinya.

Memanfaatkan keadaan Dong-ik dan istrinya yang tertidur, Ki-taek, Ki-jeong, dan Ki-woo meninggalkan rumah dan berlari ke rumah mereka. Mereka mendapati lingkungan tempat tinggal mereka diterjang banjir, apartemen mereka teredam hingga setinggi dada, dan langsung berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Ki-woo membawa "batu keberuntungan" ke sebuah gelanggang olahraga tempat di mana warga yang kebanjiran diungsikan. Sementara itu, Moon-kwang meninggal akibat gegar otak, Geun-sae menangis.

Keesokan berikutnya, Yeon-gyo mengadakan pesta ulang tahun untuk Da-song. Ia mengundang seluruh Ki-jeong dan Ki-woo, sementara Ki-taek dan Chung-suk diminta datang untuk bekerja. Ki-woo membawa batu ke bunker. Geun-sae menyergap Ki-woo dan memukul kepalanya dengan batu, lalu kabur. Mencoba membalas dendam atas kematian istrinya Moon-gwang, ia mengambil pisau dapur dan menusuk Ki-jeong di depan para tamu pesta yang menjerit ketakutan. Da-song mengalami kejang akibat trauma setelah melihat Geun-sae, sementara Ki-taek bergegas untuk menghentikan pendarahan Ki-jeong saat Dong-ik berteriak kepadanya untuk mengantarkan Da-song ke rumah sakit. Namun, Ki-taek melemparkan kunci mobil dan kunci itu terperangkap di bawah Chung-seok dan Geun-sae yang sedang berkelahi, tepat sebelum Chung-seok menewaskan Geun-sae dengan tusukan daging. Dari semua kekacauan itu, Ki-taek yang memendam kemarahan atas perilaku Dong-ik kepadanya dan reaksi Dong-ik yang menunjukkan rasa jijik setelah mencium bau badan Geun-se saat mengambil kunci mobil, mengambil pisau dan menusuk Dong-ik hingga tewas, lalu melarikan diri.

Beberapa minggu kemudian, Gi-u terbangun dari koma. Gi-u dan ibunya dihukum dengan dakwaan penipuan dan menjalani masa percobaan, sementara Gi-jeong tewas dan Gi-taek menghilang. Gi-u terus memata-matai rumah keluarga Park yang kini telah dijual ke keluarga berkewarganegaraan Jerman dan melihat kode Morse dari lampu yang berkedip-kedip yang diterjemahkan sebagai pesan. Pesan tersebut berasal dari Gi-taek yang kini bersembunyi di bungker. Gi-taek mengubur jasad Mun-gwang di halaman belakang. Gi-u menulis surat kepada ayahnya, yang bersumpah bahwa suatu hari dia akan mendapatkan uang yang cukup untuk membeli rumah sekaligus menyatukan kembali keluarga yang tersisa. Film berakhir dengan Gi-u dan Chung-suk yang masih tinggal di banjiha, persis seperti adegan awal dari film.

2. Pemeran
Song Kang-ho sebagai Kim Gi-taek, ayah dari keluarga Kim

Jang Hye-jin sebagai Park Chung-seok, istri dari keluarga Kim

Choi Woo-shik sebagai Kim Gi-u, putra dari keluarga Kim

Park So-dam sebagai Kim Gi-jeong, putri dari keluarga Kim

Lee Sun-kyun sebagai Park Dong-ik/Nathan Park, ayah dari keluarga Park

Cho Yeo-jeong sebagai Choi Yeon-gyo, istri dari keluarga Park

Hyun Seung-min sebagai Park Da-hye, putri dari keluarga Park

Jung Hyeon-jun sebagai Park Da-song, putra dari keluarga Park

Lee Jung-eun sebagai Guk Mun-gwang, asisten rumah tangga dari keluarga Park

Park Myung-hoon sebagai Geun-se, suami Mun-gwang

Park Geun-rok sebagai Yun, sang supir lama

Park Seo-joon sebagai teman Gi-u dan mantan guru les privat keluarga Park

3. Produksi
Gagasan mengenai Parasite telah bermula pada 2013, ketika sedang berurusan dengan produksi Snowpiercer (2013), seorang temannya yang menjadi aktor teater mendorong Bong Joon-ho untuk menulis naskah sandiwara. Ia sendiri telah menjadi tutor bagi putra sulung keluarga kaya di Seoul ketika berusia awal 20 tahunan dan mempertimbangkan untuk bergantu menjadi produser sandiwara. Setelah menyelesaikan produksi Snowpiercer, Bong menulis naskah pendalaman watak setebal 15 halaman bagi paruh awal sandiwara, manakala asisten produksinya di Snowpiercer, Han Jin-won, menggantinya dengan ketiga draf naskah yang berbeda. Setelah menyelesaikan Okja (2017), Joon-ho kembali mengurusi proyek itu dan menyelesaikan naskahnya

Joon-ho sendiri mengaku film ini dipengaruhi oleh The Housemaid (1960) ketika kehidupan keluarga menegah terancam oleh kedatangan penyelundup yang menyamar sebagai pembantu. Peristiwa Christine dan Léa Papin—dua pembantu yang membunuh majikannya pada 1930-an di Prancis—juga menjadi sumber ilham bagi Joon-ho.

Darcy Paquet, seorang berkewarganegaraan Amerika Serikat yang tinggal di Korea Selatan, menjadi penerjemah takarir dalam bahasa Inggris dan bekerja langsung dengan Joon-ho. Darcy menerjemahkan jjapaguri (짜파구리), mi yang dimasak oleh Park Chung-suk, sebagai "ram-don", yang bermakna ramen-udon. Mi ini adalah campuran dari Jjapaghetti dan Neoguri. Versi bahasa Inggris film ini menampilkan kotak mi yang dilabeli "ramyeon" dan "udon" dalam bahasa Inggris untuk menampilkan kepada penutur bahasa Inggris asal mula nama itu. Darcy yakin bahwa kata "ram-don" sebelumnya tidak ada karena ia tidak menemukan hasil apapun di Google dalam suatu uji pencarian. Dalam takarir bahasa Inggris, Paquet memilih Universitas Oxford alih-alih Universitas Nasional Seoul dan WhatsApp alih-alih KakaoTalk. Darcy memilih Oxford alih-alih Universitas Harvard karena kedekatan Joon-ho dengan Inggris dan Darcy meyakini menggunakan Harvard akan menjadi pilihan yang terlalu jelas. Darcy menyebut penonton harus segera memahaminya agar humornya dapat mengena.

Judul film ini awalnya adalah Décalcomanie, yang menurut Joon-ho dalam wawancaranya terilhami dari konsep seni rupa decalcomania.Namun, judul tersebut kemudian diganti dengan "Parasite" karena memiliki makna ganda. Joon-ho mengatakan, "Karena cerita ini mengenai keluarga miskin yang menyusup dan merayap ke dalam rumah orang kaya, tampaknya sangat jelas bahwa Parasite mengacu kepada keluarga miskin, dan saya pikir iru sebabnya tim pemasaran agak ragu. Namun, jika Anda melihatnya dengan cara lain, Anda dapat mengatakan bahwa keluarga kaya, mereka juga parasit dalam hal pekerjaan. Mereka bahkan tidak bisa mencuci piring dan menyetir sendiri, sehingga mereka lintah dari pekerjaan keluarga miskin, sehingga kedua keluarga tersebut adalah parasite."

4. Pengambilan gambar
Pengambilan gambar utama dimulai pada tanggal 18 Mei 2018. Pengambilan gambar utama berlangsung selama 77 hari hingga 19 September 2018. Tempat pengambilan gambar di Jeonju dan sekitar Seoul.

Rumah keluarga Park yang dikatakan di film ini dirancang arsitek fiktif bernama Namgoong Hyeonja adalah latar yang sepenuhnya baru dibangun. Perancang produksi Lee Ha-jun mengatakan matahari adalah faktor penting dengan membangun latar luar. Ha-jun menjelaskan, "Arah matahari adalah titik pertimbangan penting saat kami mencari tempat terbuka. Kami harus mengingat posisi matahari selama jangka waktu yang kami inginkan serta menentukan posisi dan ukuran jendela yang sesuai. 

Dalam hal pencahayaan praktis, sinematografer [Hong Gyeong-pyo] memiliki permintaan khusus mengenai warna. Ia ingin pencahayaan tidak langsung yang canggih dan kehangatan dari sumber cahaya tungsten. Sebelum membangun latar, Gyeong-pyo dan saya mengunjungi banyak tempat beberapa kali untuk memeriksa pergerakan matahari di setiap waktu, dan kami memutuskan lokasi latar bersama-sama. Karena rumah Tuan Park dibangun oleh seorang arsitek dalam cerita itu, tidak mudah menemukan pendekatan yang tepat untuk merancang rumah. Saya bukanlah arsitek dan saya kira ada perbedaan dalam cara arsitek membayangkan sebuah ruang dan cara perancang produksi melakukannya. Kami mengutamakan pemblokan dan sudut kamera, sementara arsitek membangun ruang bagi orang-orang untuk benar-benar tinggal dan dengan demikian merancang di sekitar orang. Jadi saya kira pendekatannya sangat berbeda."

Menurut penyunting Yang Jin-mo, Joon-ho memilih merekam film tanpa cakupan kamera seperti biasanya. Untuk memberikan mereka lebih banyak pilihan penyuntingan dengan rekaman yang terbatas, kadangkala mereka mengabungkan pengambilan gambar berbeda pada rekaman yang sama secara bersama-sama.

5. Tema
Tema utama Parasite adalah perjuangan kelas dan kesenjangan sosial. Pengkritik film termasuk Joon-ho sendiri menganggap film ini sebagai cerminan kapitalisme zaman modern dan beberapa pengkritik lainnya mengaitkan dengan istilah "Neraka Joseon" yang terutama populer di kalangan orang muda pada akhir 2010-an untuk menggambarkan kesulitan hidup di Korea Selatan. Film ini juga menyinggung kebiasaan menggunakan orang dalam dalam kehidupan sehari-hari.Choi Ha-young dan Park Ju-min lewat tulisan yang mengkritik Presiden Korea Selatan saat itu Moon Jae-in di The Japan Times mengaitkan film ini dengan teori kelas sendok yang erat kaitannya dengan Jae-in yang dianggap tidak memiliki banyak kemajuan dalam memperbaiki kehidupan pemuda negara itu.

Anak tangga digunakan dalam film ini sebagai perwujudan posisi keluarga Kim dan Park serta Moon-gwang. Banjiha (tempat tinggal di ruang semibawah tanah) sendiri merupakan tempat tinggal rata-rata penduduk fakir-miskin di Seoul, walau terkandung sejumlah permasalahan seperti meningkatnya jamur dan risiko penyakit karena harga sewanya yang rendah. Banjir muson seperti yang digambarkan dalam film umumnya paling merusak tipe tempat tinggal ini.

Film ini juga menyinggung perselisihan Jepang-Korea lewat sebuah lagu yang dikatakan sebagai "Jessica single". Lagu itu diketahui memiliki nada yang sama dengan lagu anak-anak yang terkenal di negara asal "Dokdo is Our Land" (Dokdoneun uriddang, 독도는 우리땅) yang menyinggung sengketa Karang Liancourt manakala lagu itu sendiri mendukung klaim Korea Selatan atas Karang Liancourt.

Menurut Joon-ho, akhir film yang menyiratkan Gi-u tidak akan mampu memperoleh dana yang dibutuhkan untuk membeli rumah besar itu lewat adegan yang menunjukkan Gi-u masih di rubanah. Adegan tersebut digambarkan sebagai "pembunuhan yang pasti" (확인 사살), mengacu kepada tindakan mematikan untuk menggagalkan tujuan itu. Lagu penutup merujuk kepada Gi-u yang bekerja untuk mendapatkan uang bagi membeli rumah. Choi Woo-shik menyebut bahwa tokoh yang diperankannya akan menghabiskan beratus-ratus tahun untuk benar-benar menghemat uang bagi membeli rumah itu. Ia menambahkan bahwa Gi-u adalah salah satu dari anak-anak cerdas yang memiliki ide untuk memulangkan ayahnya.

6. Penghargaan
Parasite won the Palme d'Or at the 2019 Cannes Film Festival. It was the first South Korean film to do so, as well as the first film to win with a unanimous vote since 2013's Blue Is the Warmest Colour. At the 77th Golden Globe Awards, the film was nominated for three awards including Best Director and Best Screenplay, and won Best Foreign Language Film, becoming the first ever Korean film to achieve that feat.

It was selected as the South Korean entry for Best International Feature Film at the 92nd Academy Awards, making the December shortlist. It went on to win four Oscars: Best Picture, Best Director, International Feature Film and Original Screenplay. It was the first non-English language film in Oscar history to win the award for Best Picture. Bong Joon-ho won all three of the categories for which he was nominated. 

Parasite is the first South Korean-made film to be nominated for the Best Picture award at the Academy Awards and the second film produced by an Asian country to receive a Best Picture nomination following Crouching Tiger, Hidden Dragon. It also received nominations for Best Production Design, and Best Film Editing, making it, along with In the Absence, the first two South Korean films to receive Academy Award recognition in any category.

Parasite became the second foreign film to ever be nominated for Screen Actors Guild Award for Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture since the 1997 film Life Is Beautiful, and ultimately won the category, making history as the first ever foreign film to win the prize.

It was nominated for four awards at the 73rd British Academy Film Awards: Best Film, Best Director, Best Original Screenplay and Best Film Not in the English Language. It is the first Korean film to receive nominations at the British Academy Film Awards (except for Best Film Not in the English Language). It went on to win the awards for Best Film Not in the English Language and Best Original Screenplay.

Sumber: Wikipedia.org

Bagikan artikel ini

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :